Popular Posts

Thursday, November 17, 2011

FAKTA SEJARAH PENGIKUT YESHUA (YESUS) MULA-MULA

FAKTA SEJARAH PENGIKUT YESHUA (YESUS) MULA-MULA
Andre Widodo
© Talmid HaMashiach
























Shalom,


Pengikut Yeshua mula-mula merupakan sebuah sekte di dalam Judaisme yang dikenal sebagai "Nasrani" atau dalam bahasa Ibrani "Netzarim [נצרים] / Notzrim [נוֹצְרִים]" (lihat Kis 24:5).

Kis 24:5 
Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari SEKTE ORANG NASRANI.

Bahkan dalam perkembangannya di saat-saat awal setelah pencurahan Roh Kudus, para pengikut Yeshua ini disebut sebagai "PENGIKUT JALAN TUHAN" atau dalam bahasa Ibrani "HA'DERECH".

Kis 9:2 
dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan YANG MENGIKUTI JALAN TUHAN [TO'IM BA'DERECH - תעים בדרך], ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Seberapa besar SEKTE ini dan bagaimana pengikutnya beribadah terungkap lewat pernyataan Yaa'qov ha-Tzaddik (Yakobus) di Kis 21:20

Kis 21:20 
Mendengar itu mereka memuliakan Elohim. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi PERCAYA (kepada Yeshua Sang Mesias) dan mereka semua RAJIN MEMELIHARA HUKUM TAURAT.

Bahkan, ketika Rabbi Sha'ul (Sheliach Sha'ul / Rasul Paulus) dituduh bahwa ia telah lari dari Hukum Taurat, Alkitab mengatakan :

Kis 21:24 
Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, BAHWA SEGALA KABAR YANG MEREKA DENGAR TENTANG ENGKAU SAMA SEKALI TIDAK BENAR, MELAINKAN BAHWA ENGKAU TETAP MEMELIHARA HUKUM TAURAT

Kabar tentang Paulus telah meninggalkan Hukum Taurat adalah TIDAK BENAR! Melainkan, Paulus TETAP MEMELIHARA Hukum Taurat.

Bahkan Paulus lebih tegas lagi mengatakan tentang dirinya sebagai seorang Nasrani :

Fil 3:5 
DISUNAT PADA HARI KEDELAPAN, DARI BANGSA ISRAEL, DARI SUKU BENYAMIN, ORANG IBRANI ASLI, tentang pendirian terhadap hukum Taurat AKU ORANG FARISI,

Fil 3:6 
tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, TENTANG KEBENARAN DALAM MENTAATI HUKUM TAURAT AKU TIDAK BERCACAT.

Jadi, sebagai seorang NASRANI, Paulus TIDAK BERCACAT dalam hal mentaati Hukum Taurat.

Santo Yerome, Bapa Gereja dari abad keempat, menjelaskan kaum ini sebagai orang-orang"...yang menerima Mesias sedemikian rupa namun tanpa meninggalkan Hukum yang lama (Taurat)."(Yerome; On Isaiah8:14).

Bapa Gereja lainnya, Epiphanius memberikan deskripsi yang lebih detail : "Tetapi pengikut sekte ini, tidak menyebut diri mereka Kristen - melainkan Nasrani. Mereka tidak mempunyai pendapat yang berbeda namun melakukan semua hal tepat seperti apa yang diperintahkan dalam Hukum Taurat, menurut tata cara Yahudi - kecuali satu hal, kepercayaan mereka terhadap Mesias...tetapi karena mereka tetap taat kepada Hukum Taurat - sunat, hari Sabat, dan lainnya, mereka tidak tergolong ke dalam Kristen."(Epiphanius; Panarion 29).


Dan sebetulnya masih banyak lagi sumber-sumber literatur dari abad-abad pertama sampai ketiga-belas Masehi yang menceritakan tentang kaum ini. Dalam bukunya Tathbit Dala'il Nubuwwat Sayyidina Muhammad,'Abd al-Jabbar - seorang penulis Arab dari abad ke-10 - mengisahkan bahwa kaum Nasrani masih bisa dijumpai di Palestina hingga abad kelima.

Dan acuan terakhir setidaknya dapat kita temui dari tulisan Gregorius of Bergamo (1250 M) yang menceritakan tentang kaum ini dengan menyebut mereka sebagai kaum Pasagini. "Masih ada tersisa sekte Pasagini. Mereka mengajarkan...bahwa hari-hari raya dalam Perjanjian Lama harus tetap dipelihara, menjaga diri dari makanan haram, dan hal-hal semacam itu, termasuk ritual persembahan korban. Hukum Perjanjian Lama harus dipelihara sebagaimana Perjanjian Baru, sunat tetap harus dilakukan menurut hukum." (Gregorius of Bergamo)


Dari keterangan di atas kita menangkap 3 poin :
1. Pengikut Yeshua mula-mula = sekte Judaisme = sekte Nasrani.
2. Mereka - setelah menerima Yeshua - menjadi rajin (zealous) memelihara Hukum Taurat.
3. Nasrani berbeda dengan Kristen.

Mungkin banyak di antara saudara-saudara sekalian yang terhenyak dengan poin ketiga.
Apa-apaan ini? Nasrani tidak sama dengan Kristen?  YA, BENAR! NASRANI TIDAK SAMA DENGAN KRISTEN.

Bagi saudara-saudara yang berasal dari Muslim mungkin lebih terhenyak lagi sebab selama ini Anda mengidentikkan Nasrani dengan Kristen.

Harap perhatikan, bahwa keterangan di atas diambil dari kitab Kisah Para Rasul (karangan Lukas, 60 M), On Isaiah 8:14 (St. Jerome, abad 4) dan Panarion (Epiphanius, abad 4), semuanya ditulis berabad-abad sebelum Muhammad.

Dan juga perlu diingat keterangan-keterangan di atas justru berasal dari Bapa-Bapa Gereja : St. Yerome dan Epiphanius. Mereka sendiri mengakui bahwa mereka, kaum Kristen, tidak sama dengan kaum Nasrani.


BAGAIMANA AGAMA KRISTEN TERBENTUK ?

Setelah Yeshua menyelesaikan pelayanan-Nya di muka bumi, ajaran Yeshua menyebar cepat ke seluruh negeri, di Yerusalem dan kota-kota lainnya seperti Lydia, Joppa (Yope), Kaisarea, Galilea, dan Damaskus (Damsyik). Jemaat di Yerusalem berada di bawah pimpinan tiga orang murid utama Yeshua, yaitu : Shimon Kefa (Petrus), Ya'acov HaTzaddik (Yakobus) dan Yochanan (Yohanes) - yang juga dikenal sebagai Sokoguru (Galatia 2:6).

Salah seorang pemimpin yang paling penting adalah Ya'acov HaTzaddik (Yakobus), saudara sekandung dari Tuhan Yeshua, yang dijuluki sebagai "Tzaddik" ("Orang Benar"). Ia hidup sangat teliti dan disiplin dalam mentaati Hukum Taurat, sehingga dikabarkan bahwa ia diperbolehkan untuk memakai jubah imam dan berdoa di Ruang Imam dalam Bait Suci.(Ecclesiastical History, Eusebius, 325 M).

Ya'acov HaTzaddik dan jemaat Nasrani mula-mula, sama sekali TIDAK mengabaikan Hukum Taurat bahkan sebaliknya sangat taat dalam menjalankan setiap hukum yang ada.


Karena Yeshua sendiri berkata bahwa Ia bukan datang untuk meniadakan HukumTaurat atau Kitab - Kitab Para Nabi melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17-20).

Mat 5:17 
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk MENGGENAPINYA [πληρόω - PLEROO - COMPLETE].

Mat 5:18 
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Mat 5:19 
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Mat 5:20 
Maka Aku berkata kepadamu: JIKA HIDUP KEAGAMAANMU TIDAK LEBIH BENAR DARI PADA HIDUP KEAGAMAAN AHLI-AHLI TAURAT DAN ORANG-ORANG FARISI, SESUNGGUHNYA KAMU TIDAK AKAN MASUK KE DALAM KERAJAAN SORGA.

Kis 21:20 
Mendengar itu mereka memuliakan Elohim. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya (kepada Yeshua Sang Mesias) dan mereka semua RAJIN MEMELIHARA HUKUM TAURAT.

Jadi setelah mereka menerima Yeshua, mereka semakin mentaati setiap perkataan Yeshua dan juga mereka menjadi semakin rajin (zealous) memelihara Hukum Taurat, seperti yang Yeshua katakan di Matius 5:17 dan Matius 5:20.


Orang-orang ini dianggap tidak lebih sebagai sebuah sekte dalam agama Yahudi, seperti halnya sekte PERUSHIM (FARISI), TZADDUKIM (SADUKI), ISIYIM (ESENI), KANA'IM (ZELOTI) dan mereka kemudian menamakan sekte NETZARIM (NASRANI) - diambil dari nama kota asal Yeshua, Nazaret (Kisah Para Rasul 24:5).

Di Antiokhia, terdapat orang-orang NON YAHUDI yang juga menjadi pengikut Yeshua, yaitu GENTILES BELIEVERS.

GENTILES BELIEVERS ini diberikan nama oleh GENTILES NONBELIEVERS sebagai "KRISTIANOI", yaitu KRISTEN". (Kisah Para Rasul 11:26)

Dr. David H Stern PhD menejelaskan sebagai berikut dalam bukunya JEWISH NEW TESTAMENT COMMENTARY :


"The name "CHRISTIANOI" was applied to GENTILE BELIEVERS by GENTILE NONBELIEVERS. Why? Because Jewish believers would have designated their Gentile brothers in faith by the same term they used for themselves, "PEOPLE BELONGING TO THE WAY" (see Acts 9: 2 &N); while the Jewish nonbelievers of Antioch wouldn 't have thought enough about Gentile believers in Yeshua to have given them a special name."

Kis 11:26 
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut KRISTEN.

Bahasa Ibrani : MASHIACH (משׁיח)
Bahasa Inggris : MESSIAH
Bahasa Yunani : CHRISTOS (Χριστός)

Jemaat Antiokhia inilah yang kemudian menerima Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus), seorang Yahudi yang kemudian bertobat untuk mengikuti Yesus (40 M). Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus) dikenal sebagai rasul bagi orang-orang bukan Yahudi.


Ia terkenal oleh pelayanan peng-Injil-annya yang menjangkau daerah-daerah Asia Kecil, Yunani, hingga Roma.

Sayangnya ajaran Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus) sering kali disalah-pahami oleh orang-orang. 

Mereka menuduh Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus) mengajarkan untuk melepaskan Hukum Taurat. Para penatua di bawah pimpinan Ya'acov HaTzaddik (Yakobus) menyarankan Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus) untuk melakukan upacara pentahiran diri seperti yang tertulis dalam Hukum Taurat untuk membuktikan bahwa fitnahan itu tidak benar. Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus) menurut. Ia lalu mengikuti saran mereka untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa ia tetap memelihara hukum Taurat (Kis 21:15-26).

Ada dua peristiwa penting yang terjadi beberapa tahun kemudian:
1. Ya'acov HaTzaddik (Yakobus) (pemimpin sekte NASRANI) mati sahid (62 M).
2. Bait Suci dihancurkan (70 M).

Dua kombinasi peristiwa ini menyebabkan terjadinya perpisahan antara orang-orang Yahudi di Yerusalem yang percaya kepada Yeshua dengan orang-orang Yahudi yang tidak percaya kepada Yeshua.

Saudara Yeshua, yaitu Ya'acov HaTzaddik (Yakobus) telah memegang peranan yang sangat besar dalam menjembatani hubungan antar dua kelompok ini. Sayangnya Ananus, Imam Besar pada masa itu sangat luar biasa sentimennya. Ia menghasut orang-orang Yahudi untuk merajamnya karena Ya'acov HaTzaddik (Yakobus) mengajarkan bahwa Yeshua adalah Mesias. (Antiquities 20:9:1 - Flavius Josephus 93 M; Ecclesiastical History - Eusebius 325 M).


Dengan wafatnya Ya'acov HaTzaddik (Yakobus), maka kepemimpinan jemaat pun dialihkan ke Shimeon, saudara sekandung Tuhan Yeshua yang lain.

Shimeon, ia memimpin jemaat untuk pindah ke Pella, sebuah kota di seberang sungai Yordan. Mungkin saat itu kaum NASRANI ingat akan nubuat Tuhan Yeshua mengenai Yerusalem. Tetapi sebagian lainnya tetap berada di Yerusalem. Tahun 67, Vespasianus tiba di Palestina untuk mempersiapkan perang. Akan tetapi tahun 70, ia dipanggil pulang ke Roma untuk dijadikan Kaisar, sehingga ia terpaksa menyerahkan tugas ke anaknya Titus. Tugas berat dipikul oleh Titus sebab ia sekarang berhadapan dengan sebuah bangsa yang sangat fanatik dengan agama mereka.

Puluhan ribu orang Yahudi maju berperang mempertahankan Yerusalem, termasuk pula di antaranya orang-orang NASRANI. Setelah mengepung Yerusalem selama enam bulan, yang menyebabkan kota Yerusalem terisolir, tidak ada makanan, tidak ada minuman, kelaparan, akhirnya Titus berhasil meratakan seluruh kota termasuk Bait Suci.

Sejarahwan Yunani, Dio Cassius melaporkan bahwa 6000 orang Yahudi dari sekte KANA'IM (ZELOTI) bertempur dengan gagah berani mempertahankan tempat suci mereka itu. Dengan hancurnya Yerusalem, habis pula riwayat Bait Suci Yahudi di Yerusalem dan terbukti pula bahwa nubuat Tuhan Yeshua empat puluh tahun yang lampau adalah benar.

Apa yang terjadi setelah kehancuran Yerusalem terhadap kaum NASRANI hanya bisa kita ketahui lewat keterangan Bapa-Bapa Gereja zaman dahulu seperti Justinus Martyr, Irenaeus, Hyppolytus, Tertullianus, Origenes, Yerome, Eusebius,dan Epifanius, selain keterangan dari seorang penulis Nasrani bernama Heggesipus.

Kira-kira beginilah menurut keterangan mereka.

Setelah situasi tenang, kaum NASRANI kembali dari Pella dan tinggal berbarengan dengan orang-orang Yahudi lainnya di bukit Zion. Mereka menggunakan sebuah rumah yang masih tersisa untuk berkumpul. Epifanius juga menceritakan bahwa sebagian lainnya menempati tujuh sinagoga di sekitarnya. Epifanius menyebut mereka sebagai NAZORAIOI. Hingga masa pemerintahan Kaisar Aelius Hadrianus, ada lima belas orang yang pernah menjabat sebagai penatua dan semuanya adalah orang Yahudi (kerabat/famili Yeshua).

Di saat yang bersamaan kaum percaya dari kalangan NON YAHUDI - yang disebut dengan KRISTEN - semakin berkembang meski berada di bawah tekanan di mana-mana. Mereka tidak lagi berkiblat ke Yerusalem yang telah hancur karena tekanan dari tentara-tentara Romawi yang mengawal kota Yerusalem. Yerusalem adalah kota terhukum, karena teror-teror dari tentara Romawi.

Untuk itu mereka memilih kota Roma sebagai gantinya.


Di sinilah bibit-bibit perbedaan mulai menjurus ke arah perpisahan antara kaum NASRANI dengan kaum KRISTEN.


Pada tahun 130, Kaisar Hadrian tiba di Yerusalem, ia memutuskan untuk membuat sebuah kota metropolis baru di atasnya. Ia menamakannya Aelia Kapitolina, berasal dari kombinasi antara namanya dengan penghormatan terhadap dewa-dewa Romawi (Kapitol = ibukota).


Rencana Hadrian ini memancing kegeraman di kalangan Yahudi. Biar bagaimanapun mereka tidak rela kota mereka dipenuhi kuil-kuil Jupiter dan Aphrodite. Seorang bernama Shimon Bar Kokhba segera membunyikan genderang perang. Mula-mula pemberontakan ini mampu menguasai kota dengan mendepak Legion Kesepuluh dari sana.


Orang-orang memandang Shimon Bar Kokhba sebagai Mesias dan menyebutnya "Putra Bintang".

Tetapi keberuntungan Bar Kokhba terlalu cepat berbalik. Pasukan Yahudi terlalu kecil untuk menghadapi pasukan raksasa Romawi.

Dio Cassius menceritakan pasukan Romawi secara sistematis telah menghancurkan 50 benteng, membumi-hanguskan 985 desa, dan membantai 580.000 pasukan Yahudi. Terakhir, pada tahun 135 Bar Kokhba berhasil didepak dari Yerusalem dan terbunuh di benteng terakhirnya di Bethar. Seluruh orang Yahudi diusir dan untuk selanjutnya dilarang memasuki Yerusalem. Begitu pula dengan kaum NASRANI karena mereka juga dipandang sebagai Yahudi.


Mereka kemudian hidup berpencar di kota-kota sekitar Galilea. Rencana Hadrian berlanjut, sebuah kota baru berdiri dan bernama Aelia Kapitolina. Hadrian mendatangkan orang-orang Yunani dan Suriah untuk mengisi kota tersebut. Tidak dapat disangkal, beberapa di antara orang-orang itu adalah orang KRISTEN (Ecclesiastical History - Eusebius 325 M).


Kehidupan kaum NASRANI pun makin lama makin tersisih. Di satu pihak mereka tidak lagi diterima oleh orang Yahudi, di pihak lain mereka juga tidak diterima oleh orang KRISTEN. Mulai kira-kira tahun 90, kaum NASRANI tidak diperbolehkan lagi untuk bersembahyang di sinagoga-sinagoga Yahudi.

Bagaimana keadaan mereka dapat dilihat dalam surat Yerome kepada Agustinus pada tahun 404.

"Pada zaman kita ada sebuah sekte di kalangan orang Yahudi di seluruh sinagoga-sinagoga di Timur, yang disebut MINNIM, dan sekarang dicap bidat pula oleh orang FARISI. Pengikut sekte ini dikenal luas sebagai kaum NASRANI, mereka percaya kepada Yeshua HaMashiach, Anak Tuhan, lahir dari perawan Maria, dan mereka berkata bahwa Ia yang menderita di bawah Pontius Pilatus, dan bangkit lagi, adalah orang yang sama seperti yang kita percayai".

Tetapi sementara mereka ingin menjadi Yahudi dan Kristen sekaligus, mereka akhirnya tidak tergolong ke dalam salah satu pun." (Surat Yeromekepada Agustinus)


Perpisahan ini memberikan peluang bagi orang-orang percaya non-Yahudi/Gentiles (yang berlatar belakang dari kultur paganisme) yang tidak mempedulikan ke-Yahudi-an "kepercayaan" mereka - untuk bersuara lebih besar dalam urusan-urusan komunitas dan penafsiran Alkitab.

Polemik anti-Yahudi sudah muncul sejak awalnya pada tahun 98 dalam ajaran St. Ignatius, uskup Antiokhia - kota dimana istilah KRISTEN pertama kali dipakai (Kis 11:26).


Ignatius mengatakan kepada orang-orang Kristen non-Yahudi agar tidak lagi mengikuti cara beribadah orang-orang Yahudi dan kepada orang-orang Yahudi yang telah menerima Mesias agar menghentikan cara hidup Yahudi mereka. Demikian tulisnya : "tidak masuk akal berbicara tentang Yesus Kristus dengan lidah Yahudi dan menumbuhkan harapan dalam pemikiran kepercayaan Yahudi yang sekarang sudah berakhir."

Perlakuan dari orang-orang KRISTEN sendiri terhadap kaum NASRANI makin lama semakin garang. Mereka mencap kaum NASRANI sebagai kaum tersesat. Karena jumlah mereka lama-kelamaan jauh lebih banyak, maka segera saja mereka mulai melakukan tekanan-tekanan dan penganiayaan terhadap kaum NASRANI tersebut.

Semua tulisan-tulisan buatan kaum NASRANI banyak yang dihancurkan karena dianggap palsu dan sesat. Jadi tidak heran kini hampir tidak tersisa lagi peninggalan kaum Nasrani, kecuali fragmen-fragmen dalam tulisan-tulisan Bapa-Bapa Gereja.

PAULUS BUKAN PENDIRI AGAMA KRISTEN
Pertama-tama perlu diluruskan dahulu siapakah Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus) yang diceritakan dalam Perjanjian Baru. Sheliach Sha'ul (Paulus) dituduh :

"Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa IA ADALAH SEORANG TOKOH DARI SEKTE ORANG NASRANI" (Kis 24:5)

Paulus mengaku : "TETAPI AKU MENGAKUI KEPADAMU, BAHWA AKU BERBAKTI KEPADA TUHAN NENEK MOYANG KAMI DENGAN JALAN MENGANUT JALAN TUHAN [TO'IM HA'BADERECH], yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi." (Kis 24:14)

Perhatikan, baik para penuduh maupun Paulus sama-sama berkata bahwa Paulus adalah tokoh sekte NASRANI - bukan KRISTEN sebagaimana pengertian kebanyakan orang saat ini.


Ke-KRISTEN-an dibentuk atas dasar doktrin-doktrin yang salah yang dihasilkan dari pemahaman dan penghayatan non-Ibrani terhadap Alkitab Ibrani, termasuk tulisan-tulisan Paulus.

Anda boleh mempunyai Alkitab dengan teks paralel Yunani terbaik di dunia, tetapi selama Anda tidak berusaha memahaminya dalam konteks Ibrani sebagaimana Alkitab itu ditulis, maka Anda tidak akan sampai kepada pemahaman yang benar.

Sheliach Shimn Kefa (Rasul Petrus) mengakui bahwa dalam surat-surat Paulus ada hal-hal yang sukar dipahami. Ia berpesan agar berhati-hati terhadap bahaya pemutar-balikkan surat-surat Paulus tersebut. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
Hal itu dibuat dalam semua surat-suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutar balikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
2Pe 3:15 
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

2Pe 3:16 
Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
2Pe 3:17 
Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret KE DALAM KESESATAN ORANG-ORANG YANG TAK MENGENAL HUKUM, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

Siapakah mereka ini ? Mereka adalah "ORANG-ORANG YANG TAK MENGENAL HUKUM TUHAN

Mereka tidak memiliki basis kepercayaan yang berdasarkan Hukum Taurat. Mereka mengajarkan bahwa Yeshua datang untuk membebaskan kita dari kutuk Hukum Taurat. Mereka menukar hari Sabat menjadi hari Minggu, menjadikan hari raya berhala Sol Invictus, dewa matahari kerajaan Romawi sebagai hari kelahiran Yeshua (Natal 25 Desember), serta mengajarkan kebencian terhadap orang Yahudi.


Mereka membuat agama dan peribadatan baru yang berbeda dengan apa yang dianut oleh para jemaat mula-mula. Mereka inilah yang telah menyerongkan ajaran Yeshua dan Rasul Paulus.

Jadi sangat jelas bahwa tuduhan terhadap Paulus adalah TIDAK BENAR.

Tuduhan tersebut sebaiknya dilemparkan kepada para Bapa Gereja dari abad kedua hingga kelima Masehi, St. Ignatius, Tertullianus, Justinus Martir, St. Yerome, St. Agustinus, Athanasius, St. Yohanes Chrisostomus, dan lain lain. Merekalah pendiri ke-KRISTEN-an. Bukan Paulus! Bukan Petrus! Bukan Tuhan Yeshua sebab Tuhan Yeshua datang tidak membawa agama baru.

Mat 5:17  "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk MENGGENAPINYA [πληρόω - PLEROO - COMPLETE].
Mat 5:18 
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Mat 5:19 
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Mat 5:20 
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Baruch HaShem b'Shem Yeshua HaMashiach